Cara membuka mata batin dengan puasa weton

Mata batin atau sering disebut mata ketiga atau indra ke enam adalah suatu kemampuan khusus yang sejatinya dimiliki oleh setiap Manusia. Tapi hanya orang-orang yang dikaruniai kelebihan tersebut sejak lahirlah yang bisa menggunakan kemampuan mata batinnya tanpa melakukan ritual atau tirakat tertentu. Sedangkan bagi orang-orang kebanyakan, mata batinnya masih tertutup dan harus melakukan latihan atau ritual tertentu dengan tirakat serta membaca do’a-do’a khusus terlebih dulu agar mata batinnya terbuka.

Membuka mata batin adalah perkara ghaib yang sebetulnya tidak menyalahi ajaran agama apapun. Melakukan pembukaan mata batin justru dianggap bisa mempertebal tingkat keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa karena kita jadi bisa melihat alam ghaib yang selama ini masih tertutup.

Berikut ini beberapa tahapan untuk membuka mata batin yang bisa dilakukan sendiri:

• Puasa weton

Puasa weton adalah puasa yang dilakukan pada weton atau hari kelahiran kita sendiri. Misalnya saja jika kita lahir pada hari Selasa kliwon, maka setiap hari tersebut kita melakukan puasa seperti puasa pada umumnya.

Lebih bagus lagi jika kita melakukan puasa ngapit weton, maksudnya kita berpuasa tiga hari yaitu satu hari sebelum hari weton kita, lalu pada weton kita dan satu hari sesudah weton kita. Bararti hari weton kita di apit sebelum dan sesudahnya.

Selama berpuasa, jagalah mulut untuk tidak mengucapkan kata-kata yang tidak penting, jagalah telinga agar tidak mendengarkan kata-kata yang negatif, jagalah mata dari segala sesuatu yang dapat menimbulkan nafsu dan dosa, serta jaga hati dan pikiran untuk selalu mengingat Allah serta selalu berdzikir dan dekat dengan-NYA.

Puasa weton memang terasa berat jika belum terbiasa, tapi memang inilah yang disebut dengan olah batin. Agar puasa terasa lebih ringan, sebaiknya hindarilah keramaian, lebih baik menyendiri dulu didalam kamar yang sepi.

• Sedekah weton

Selain melakukan puasa weton setiap bulannya, lakukan juga sedekah weton. Sedekah weton adalah sedekah yang dilakukan pada hari kelahiran (weton) dengan memberikan uang yang nominalnya sama dengan jumlah hitungan weton kepada orang yang membutuhan seperti fakir miskin, janda-janda tua yang tidak mampu, anak yatim, dan lainnya.

Contoh hitungan weton:

Misalkan kita lahir pada hari Jumat Kliwon, maka jumlah uang yang harus disedekahkan adalah 14, karena Jumat nilainya=6 dan Kliwon nilainya=8. Berarti kita harus menyedekahkan uang dengan nominal= Rp.140, Rp.1400, Rp.14000, Rp.140000, Rp.1400000, dan seterusnya sesuai dengan kemampuan kita.

Nilai hari dalam hitungan Jawa:
– Senin=4
– Selasa=3
– Rabu=7
– Kamis=8
– Jumat =6
– Sabtu=9
– Minggu=5

Nilai pasaran dalam hitungan Jawa:
– Pon=7
– Wage=4
– Kliwon=8
– Legi=5
– Pahing=9

• Mandi suci

Setelah melakukan puasa weton dan sedekah weton, selanjutnya adalah melakukan mandi suci. Mandi suci adalah mandi pertaubatan yang dilakukan pada jam 12 malam untuk mensucikan diri, baik dari hadas, najis, serta pikiran-pikiran negatif yang selama ini melekat didalam hati dan pikiran.

Mandi suci dilakukan dengan niat untuk membersihkan raga dari segala kotoran dan membersihakan jiwa dari segala bentuk energi negatif yang ada.

Setelah selesai melakukan mandi suci, pakailah pakaian serba putih dan pakai minyak wangi non alkohol, kemudian masuklah ke dalam kamar kosong yang gelap tanpa cahaya sama sekali.

Duduklah bersila diatas sajadah dengan tenang dan konsentrasi dengan mengadirkan hati dan pikiran pada Allah SWT. Mohonkanlah dalam hati apa yang menjadi keinginan.

Jika kita menginginkan untuk membuka mata batin, maka mohonlah pada Allah dengan sungguh-sungguh sampai kita merasakan ada sesuatu yang berbeda.

Isilah malam itu dengan dzikir dan bermunajat kepada Allah. Kemudian lanjutkan dengan meditasi sampai tiba waktu subuh.

Setelah ke 3 cara tersebut dilakukan dengan baik, maka pada pagi harinya kita akan merasa menjadi orang yang baru dengan kemampuan baru, yaitu mata batin bisa dengan mudah terbuka jika diminta.

Itu artinya kita sudah bisa melihat sesuatu yang kasat mata, mulai dari melihat jin, menerawang ke masa depan, dan melihat hal-hal yang akan terjadi.

• Do’a membuka mata batin

– Baca do’a ini setiap akan membuka mata batin:

“Bismillahi Rokhmatal Ghoiba Wassamawati Wal Ardhy, Allohumma Juz ‘Alaikal Bashor”

– Setelah tidak diperlukan lagi, mata batin dapat ditutup kembali dengan do’a ini:

“Bismillahirohmanirohim, alhamdulillahirobbil ‘alamin wa shollalohu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wasallam, Ya khoirol mas’uliin, Ya mujiiba da’watil mudtorriin , Ya ilahal ‘alamin bika angzalta hajati wa angta a’lamu biha faqdiha. Allohumma angta laha wal likulli hajatin faqdiha bifadli, Bismillahirohmanirohim ma yaftahillah linnasi mirrohmatin falaa mumsika laha”.

Agar kemampuan untuk membuka mata batin tersebut tidak luntur dan hilang, maka kita harus berusaha untuk tetap menjadi pribadi yang baik, rendah hati, tidak meninggalkan sholat 5 waktu, lakukan sholat malam, tumbuhkan kasih sayang, welas asih, dan kepedulian pada sesama, rajin bersedekah, menghilangkan sifat amarah, iri, dan dengki, serta melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangannya.